Latest Entries »

PPL-Terpadu UMP 2014 di SMA N 4 Purwokerto

gbr1
Assalamu’alaikum wr.wb.,
Selamat pagi kawanku sebangsa dan setanah air, pagi ini perkenankan saya (Tiandto) untuk berbagi pengalaman tentang kegiatan PPL-KKN ( PPL – Terpadu) bersama 14 orang teman saya di SMA Negeri 4 Purwokerto.  Terlihat seperti “Blue squad “ kami berasal dari berbagai program pendidikan meliputi: biologi, bahasa Indonesia, bahasa Inggris, geografi, matematika, dan sejarah. Untuk mendapat gambaran lebih tentang PPL-Terpadu ,  saya sarankan kawan – kawan membaca dulu sekilas tentang PPL-terpadu dibawah ini.
Latar Belakang
Kegiatan PPL Terpadu UMP merupakan kegiatan yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto yang mana memadukan PPL dan KKN dalam satu kegiatan terpadu bagi mahasiswa FKIP ( Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) – FAI ( Fakultas Agama Islam). Tidak seperti tahun – tahun sebelumnya, kegiatan PPL dan KKN diselenggarakan terpisah yaitu untuk KKN diselenggarakn di suatu desa dengan ide “ pengabdian terhadap masyarakat “. Namun, kegiatan PPL-Terpadu ini sebagai upaya untuk memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi sebagai calon guru profesional dengan segenap tugas dan kewajiban guru profesional dalam suatu ekosistem masyarakat mini ( sekolah ).
Kegiatan PPL Terpadu dilaksanakan satu kali setahun, yaitu pada akhir semester 6 ( semester genap ) dan awal semester 7 ( semester gasal ), dengan rentang waktu pelaksanaan selama 3 ( tiga bulan). Lokasi PPL-Terpadu adalah sekolah – sekolah yang ada Wilayah Kabupaten Banyumas Provinsi Jawa Tengah meliputi TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK dengan total sekolah 72.
Waktu  Kegiatan PPL – Terpadu di SMA 4 Purwokerto
Kegiatan PPL-Terpadu di SMA N 4 Purwokerto ini dimulai pada 4 Agustus 2014 ( waktu penyerahan peserta PPL) setelah sebelumnya pada 14 – 16 peserta PPL telah melakukan observasi di SMA N 4 Purwokerto dengan maksud agar peserta PPL-Terpadu mengenal dan mampu merancang kegiatan KKN yang nantinya akan dilaksanakan hingga waktu pelaksanaan PPL – Terpadu selesai pada 29 Oktober 2014.
Kegiatan KKN – Agustus 2014
Nah, setelah kalian mendapat gambaran sekilas tentang PPL-Terpadu, lets  see what we have done
Pembenahan buku perpustakaan
Pengadaan rak sepatu untuk pengunjung perpus dan bangsal
Pemasangan papan kata bijak
gbr2
Pembenahan ruang band untuk seni tari

Pemanfaatan pot bekas untuk media tanaman hias
gbr4

Penanaman tanaman rambat (markisa) di shelter timur lapangan basket dan tanaman gantung
gbr5

PENGUMUMAN PENGAMBILAN DOKUMEN DAN IJAZAH

Diinformasikan kepada Siswa-siswi SMAN 4 Purwokerto Angkatan 2013-2014 bahwa Pengambilan Dokumen dan Ijazah dilaksanakan pada Hari Jumat dan Sabtu, 18-19 Juli 2014, Pkl. 08.00 s.d 12.00. Demikian informasi Kurikulum, mohon disampaikan kepada yang lain.
Terimakasih.

PENGUMUMAN CAP TIGA JARI

KEPADA SISWA-SISWI SMA NEGERI 4 PURWOKERTO LULUAN 2013/2014 DIMOHON KEHADIRANNYA DI SEKOLAH UNTUK CAP TIGA JARI IJASAH PADA HARI KAMIS, 10 JULI 2014 PUKUL. 08.00 S.D 12.00. TERIMAKASIH ATAS PERHAATIANNYA.

(WAKA KURIKULUM)

TUGAS DAN TANGGUNGJAWAB GURU

  1. Tugas guru

Seorang guru baru dikatakan sempurna jika fungsinya sebagai pendidik dan juga berfungsi sebagai pembimbing. Dalam hal ini pembimbing yang memiliki sarana dan serangkaian usaha dalam memajukan pendidikan. Seorang guru menjadi pendidik yang sekaligus sebagai seorang pembimbing. Contohnya guru sebagai pendidik dan pengajar sering kali akan melakukan pekerjaan bimbingan, seperti bimbingan belajar tentang keterampilan dan sebagainya dan untuk lebih jelasnya proses pendidikan kegiatan mendidik, mengajar dan membimbing sebagai yang taka dapat dipisahkan. Tugas guru dalam bidang kemanusiaan di sekolah harus dapat menjadi dirinya sebagai orangtua kedua. Guru harus mampu menarik simpati sehingga guru tersebut menjadi idola para siswanya. Pelajaran apapun yang diberikan, hendaknya dapat menjadi motivasi bagi siswa dalam belajar. Apabila seorang guru dalam penampilannya sudah tidak menarik, maka kegagalan pertama adalah guru tidak akan dapat menanamkan benih pengajarannya itu kepada para siswanya. Para siswa akan enggan menghadapi guru yang tidak menarik. Sedangkan masyarakat telah menempatkan guru pada tempat yang lebih terhormat di lingkungannya karena dari seorang guru diharapkan masyarakat dapat memperoleh ilmu pengetahuan. Ini berarti guru berkewajiban mencerdaskan bangsa menuju pembentukkan manusia Indonesia seutuhnya yang berdasarkan Pancasila.

Sudjana (2002:15), menyebutkan tugas dan tanggungjawab guru, yaitu: a) guru sebagai pengajar, b) guru sebagai pembimbing, dan c) guru sebagai administrator.

Ketiga tugas guru di atas merupakan tugas pokok profesi guru. Dimana guru sebagai pengajar lebih menekankan kepada tugas dalam merencanakan dan melaksanakan pengajaran. Guru sebagai pembimbing memberi tekanan kepada tugas, memberikan bantuan kepada siswa dalam pemecahan masalah yang dihadapinya. Sedangkan guru sebagai administrator kelas pada hakikatnya merupakan jalinan antara pengajaran dan ketatalaksanaan pada umumnya.

Menurut Reostiyah bahwa guru dalam mendidik anak didik bertugas untuk :

  1. Menyelenggarakan kebudayaan terhadap anak didik berupa kepandaian, kecakapan, dan pengalaman-pengalaman.
  2. Membentuk kepribadian anak yang harmonis, sesuai dengan cita-cita dan dasar Negara kita Pancasila
  3. Menyiapkan anak menjadi warga Negara yang baik
  4. Sebagai perantara dalam belajar. Artinya dalam proses belajar guru hanya sebagai perantara/medium, anak harus berusaha sendiri mendapatkan suatu pengertian/insight, sehingga timbul perubahan dalam pengetahuan, tingkah laku dan sikap.
  5. Guru adalah sebagai pembimbing untuk membawa anak didik kea rah kedewasaan, pendidik tidak maha kuasa, tidak dapat membentuk anak menurut sekehendaknya.
  6. Guru sebagai penghubung antara sekolah dan masyarakat. Anak nantinya akan hidup dan bekerja, serta mengadibkan diri dalam masyarakat, dengan demikian anak harus dilatih dan dibiasakan di sekolah di bawah pengawasan guru.
  7. Sebagai penegak disiplin, guru menjadi contoh dalam segala hal, tata tertib dapat berjalan bila guru dapat menjalani lebih dahulu.
  8. Guru sebagai administrator dan manager
  9. Pekerjaan guru sebagai suatu profesi. Orang yang menyadari guru karena terpaksa tidak dapat bekerja dengan baik, maka harus menyadari benar-benar pekerjaan sebagai suatu profesi.
  10. Guru sebagai perencana kurikulum
  11. Guru sebagai pemimpin (guidance workwr). Guru mempunyai kesempatan dan tanggung jawab dalam banyak situasi untuk membimbing anak kea rah pemecahan soal, membentuk keputusan, dan menghadapkan anak-anak pada problem
  12. Guru sebagai sponsor dalam kegiatan anak-anak.

Berdasarkan Undang-Undang Sisdiknas tugas seorang Guru atau Pendidik diantaranya:

  1. Merencanakan Pembelajaran;
  2. Melaksanakan Pembelajaran;
  3. Menilai hasil pembelajaran;
  4. Membimbing;
  5. Melatih peserta didik;
  6. Dan melakukan penelitian.
  1. Tanggung Jawab Guru

Tanggungjawab guru menurut Hamalik (2004: 127), yaitu sebagai berikut:

  1. Guru harus menuntut murid-murid belajar. Tanggungjawab guru yang terpenting adalah merencanakan dan menuntut murid-murid melakukan kegiatan-kegiatan belajar guru mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang diinginkan.
  2. Turut serta membina kurikulum sekolah. Sesungguhnya guru merupakan seorang key person yang paling mengetahui tentang kebutuhan kurikulum yang sesuai dengan tingkat perkembangan murid.
  3. Melakukan pembinaan terhadap diri siswa (kepribadian, watak dan jasmaniah). Memompakan pengetahuan kepada murid kiranya bukan pekerjaan yang sulit. Tetapi membina siswa agar menjadi manusia berwatak (berkarakter) sudah pasti bukan pekerjaan yang mudah. Mengembangkan watak dan kepribadiannya, sehingga mereka memiliki kebiasaan, sikap, cita-cita, berpikir dan berbuat, berani dan bertanggungjawab, ramah dan mau bekerja sama, bertindak atas dasar nilai-nilai moral yang tinggi, semuanya menjadi tanggungjawab guru.
  4. Memberikan bimbingan kepada murid. Bimbingan kepada murid agar mereka mampu mengenal dirinya sendiri, memecahkan masalahnya sendiri, mampu menghadapi kenyataan dan memiliki stamina emosional yang baik, sangat diperlukan.
  5. Melakukan diagnosis atas kesulitan-kesulitan belajar dan mengadakan penilaian atas kemajuan belajar.
  6. Menyelenggarakan penelitian. Sebagai seorang yang bergerak dalam bidang keilmuan (scientist) bidang pendidikan maka ia harus senantiasa memperbaiki cara bekerjanya.
  7. Mengenal masyarakat dan ikut serta aktif. Guru tidak mungkin melaksanakan pekerjaannya secara efektif, jikalau guru tidak mengenal masyarakat seutuhnya dan secara lengkap.
  8. Menghayati, mengamalkan, dan mengamankan Pancasila. Pancasila merupakan pandangan hidup bangsa yang mendasari sendi-sendi hidup dan kehidupan nasional, baik individu maupun masyarakat kecil sampai dengan kelompok sosial yang terbesar termasuk sekolah.
  9. Turut serta membantu terciptanya kesatuan dan persatuan bangsa dan perdamaian dunia. Guru bertanggungjawab untuk mempersiapkan siswa menjadi warga negara yang baik. Pengertian yang baik adalah antara lain memiliki rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa.
  10. Turut menyukseskan pembangunan. Pembangunan adalah cara yang paling tepat guna membawa masyarakat ke arah kesejahteraan dan kemakmuran bangsa. Pembangunan itu meliputi pembangunan dalam bidang mental spiritual dan bidang materiil.

Tanggungjawab meningkatkan peranan profesional guru. Bertitik tolak dari tanggungjawab guru yang telah dikemukakan di atas maka dengan demikian guru sangat perlu meningkatkan peranan dan kemampuan profesionalnya. Tanpa adanya kecakapan yang maksimal yang dimiliki oleh guru maka kiranya sulit bagi guru tersebut mengemban dan melaksanakan tanggungjawabnya dengan cara yang sebaik-baiknya.

Wijaya dkk. (1994:9), menyebutkan beberapa tanggungjawab yang memerlukan sejumlah kemampuan yang lebih khusus dari seorang guru, yaitu:

  1. Tanggungjawab moral adalah setiap guru harus memiliki kemampuan menghayati perilaku dan etika yang sesuai dengan moral Pancasila dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Tanggungjawab dalam bidang pendidikan di sekolah adalah setiap guru harus menguasai cara belajar-mengajar yang efektif, mampu membuat satuan pelajaran, mampu dan memahami kurikulum dengan baik, mampu mengajar dikelas, mampu menjadi model bagi siswa, mampu memberikan nasihat, menguasai teknik-teknik pemberian bimbingan dan layanan, mampu membuat  dan melaksanakan evaluasi dan lain-lain.
  3. Tanggungjawab guru dalam bidang kemasyarakatan adalah turut serta menyukseskan pembangunan dalam bidang kemasyarakatan, untuk itu guru harus mampu membimbing, mengabdi kepada dan melayani masyarakat.
  4. Tanggungjawab guru dalam bidang keilmuan, yaitu guru selaku keilmuan bertanggungjawab dan turut serta memajukan ilmu, terutama ilmu yang telah menjadi spesialisasinya dengan melaksanakan penelitian dan pengembangan.

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 3.221 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: